Di Duga Pecat Secara Sepihak, 12 Karyawan PT. PML Adukan Ke Disnaker

CILEGON - Sejumlaharyawan PT. Poros Maritim Logistik yang di duga di berhentikan secara sepihak, mengadukan nasibnya ke dinas tenaga kerja kota Cilegon, Senin (15/04/19).

Menurut salah satu eks security PT. PML yakni Jamian menerangkan bahwa, hari ini bersama kuasa dan beberapa rekannya mengadukan nasibnya ke dinas tenaga kerja setempat,

"Saya bersama teman - teman hari ini mendatangi disnaker dan melaporkan PT. PML, yang telah melakukan tindakan sewenang - wenang terhadap kami ," Ujar Jamian kepada awak media.

Selain itu Jamian bersama teman - temannya belum memahami penyebab terjadinya pemecatan secara sepihak,

"Sampai saat ini saya belum tahu alasan pemecatan terhadap kami, dalam surat perjanjian kontrak tidak di tentukan kapan waktu kerja berahir, seharusnya menurut aturan ada batas waktu kapan dimulai dan kapan di akhiri pekerjaan itu ,"Tambahnya.

Lebih lanjut, selain dari pada itu dirinya juga meminta bantuan terhadap Serikat Buruh Krakatau Wajatam (SBKW) dan aktifis buruh,

" Dengan memecat melalui WhatsApp saya merasa kecewa, untuk itu saya bersama rekan - rekan dan aktifis buruh serta SBKW ke disnaker untuk mengadukan masalah ini ," Imbuhnya.

Masih di tempat yang sama Muhari aktifis buruh mengaku miris dan akan memperjuangkan hak - hak karyawan yang di pecat tersebut,

"Kalau saya diamkan ini akan berdampak buruk terhadap pekerja pekerja lain yang ada di kota Cilegon , oleh karena itu kami siap memperjuangkan hak - haknya yang seharusnya di diterima oleh karyawan yang di pecat secara sepihak itu," tegas Muhari.

Di tambahkan Abdullah selaku DPO SBKW bahwa, PT. PML tidak faham aturan undang - undang ketenagakerjaan, jika mendengar apa yang di ceritakan oleh para karyawan yang di pecat tersebut.

"Berarti tidak mengerti aturan, masa di pecat cuma pake WA, maka dari itu saya dan pak Muhari akan mengawal terus, agar tidak terjadi lagi kasus serupa di kota Industri ini " tutup Abdullah.

Di konfirmasi melalui pesan singkat whatSaapnya, Plt Kabid Hubin Jarwan, membenarkan adanya pelaporan dari beberapa teman karyawan,

"Iya benar tadi ada sekitar 5 orang mengadukan permaslahan ketenaga kerjaan, dengan upah di bawah UMK dan tidak di berikaanya BPJS dan permasalan lain. nanti segera kita tindak lanjuti setelah pemilu ini ," Ucap Jarwan. (Ghataf)



    Berita Terkait