Keputusan Coffee Morning Pengusaha Lokal, Ingin Bekukan Kepengurusan Kadin Cilegon

CILEGON - Forum Silaturahmi Pengusaha Kota Cilegon (FKPC), Mengundang lebih dari 80 pengusaha lokal cilegon yang merupakan pengurus dan anggota kadin, untuk menyamakan persepsi dan mengambil langkah dalam rangka mengevaluasi kepemimpinan Kadin cilegon saat ini, pertemuan tersebut di kemas dalam acara Coffee Morning di ruang The Shappire restaurant, Royal Krakatau Hotel, Jumat (22/03/19).

Perwakilan Asosiasi pengusaha yang hadir antara lain, HIPMI, HIPPI, Gapensi, Gapeknas, Apaksindo, AKMI, APJAKINDO, Aspekindo, serta sejumlah pengusaha senior di kota cilegon, seperti, H. Alawi Mahmud, H. Nawawi Sahim, H. Sabilillah, H. Ato, H. Hamid, H. Muklis, H. Hikmat, H. Aldin, H. Isa Muhammad, dan juga H. Abah Salim.

Ahyadi Sanusi selaku ketua Forum Pengusaha Silaturahmi Kota Cilegon mengatakan, berdasarkan hasil keputusan bersama meminta Kadin Provinsi untuk membekukan kepengurusan Kadin.

" Sudah di galang Mosi tidak percaya kepada Sahruji untuk meminta Kadin Provinsi membekukan kepengurusan Sahruji. Mosi sudah di dukung sekitar 70% pengurus Kadin." Jelas Ahyadi kepada awak media.

Ia juga menambahkan, selama ini Sahruji di anggap arogan dan memecat pengurus tanpa pembahasan.

" Ketua Kadin Sahruji di nilai arogan, karena memberhentikan pengurus tanpa ada pembahasan dan pemberitahuan atas kesalahan yang di lakukan oleh pengurus, seperti Alawian, Yusdi, dan H. Aldin dan lainnya." Tambahnya.

Di tambahkan Alawi Mahmud, pengurus kadin pusat selaku komite tetap bidang dan infrastruktur mengiyakan yang di katakan Ahyadi.

" Gerakan yang sudah di isi oleh mayoritas, maka inilah sesunguhnya kedaulatan yang hakiki, jadi saya sarankan ketika sudah maju, pantang untuk mundur." katanya dengan nada tegas.

Ia juga menyesalkan selama ini dirinya tidak pernah di anggap, padahal dirinya salah satu pengurus Kadin Indonesia.

" Selama kepengurusan Sahruji, saya sebagai pengurus kadin indonesia tidak pernah di undang untuk sharing pemikiran, Mosi tidak percaya ini juga harus dihembuskan ke pusat, biasanya kadin pusat merespon kemelut atau gejolak di daerah, dengan mengamanatkan penyelesaian kepada pengurus dari daerah." Sesalnya.

Sebelumnya, permasalahan tersebut berawal dari ketidakpuasan dan kritikan di atas, dari pengusaha lokal terhadap kepengurusan Kadin di bawah kepemimpinan Sahruji selama empat setengah tahun berjalan tidak berjalan, juga muncul dari asosiasi atau perhimpunan pengusaha cilegon.

Jubaedi perwakilan perhimpunan pengusaha muda indonesia (HIPMI), dirinya mengaku kecewa atas kemunduran kiprah Kadin saat ini, pihaknya menuding ketua kadin main sendiri, dan pengusaha lokal di kota cilegon jarang mendapatkan kesempatan di dunia industri maupun pemerintah, karena peran Kadin yang lemah dalam menjembatani pengusaha daerah.

" Selama kepengurusan Kadin menjelang jabatan menjelang ahir periode tahun ini, saya menilai gagal. Karena tidak mampu melakukan terobosan - terobosan, bahkan tidak mampu membina anggota kadin itu sendiri." Ucapnya beberapa har lalu.

Menyikapi hal tersebut ketua Kadin Cilegon Sahruji, membantah segala tudingan dan kritikan yang datang di ahir masa jabatannya.

Dirinya mengklaim di bawah kepemimpinannya, kadin cilegon banyak menuai prestasi dan sudah berjalan sesuai aturan.

" Sebelumnya soal KTA itu Hoax, silahkan tanya kadin provinsi sendiri, mana yang paling produktif untuk pembuatan KTA, Cilegon peringkat ke satu - dua, dalam banyaknya pembuatan KTA. sementara daerah lain seperti tangerang naik turun." Tuturnya.

Sahruji juga membantah adanya praktek monopoli yang di tuduhkan kepadanya, menurutnya tidak ada nama perusahaan yang di milikinya untuk mendapatkan proyek secara pribadi.

" Ini isyu monopoli apalagi, cek saja proyek di pemkot, di KS (Krakatau Steel),apa ada nama perusahaan saya?.,kita fair dalam usaha dan sudah menjalankan mekanisme organisasi sesuai aturan. Untuk staf di kantor mereka sudah bekerja sesuai mekanisme, bahkan keseharian ngantor. Kalaumau kritik kenapa baru sekarang menjelang ahir jabatan, bertarung secara fair sajalah kalau ingin nyalon." Tantangnya.(Ghataf)


    Berita Terkait