Bupati Serang Turunkan Banyak Bantuan Desa

Bupati Serang Turunkan Banyak Bantuan Desa (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: Bupati Serang Turunkan Banyak Bantuan Desa)

SERANG - Komitmen Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk menyejahterakan masyarakat desa tak perlu diragukan. Banyak bantuan yang diberikan bupati Serang perempuan pertama ini terhadap pemerintah desa.

Salah satu bantuan di bidang kesehatan, Tatu akan menurunkan bantuan mobil ambulans untuk desa. Syaratnya, pemerintah desa harus menyatakan kesiapan untuk menyediakan dana operasional ambulans tersebut.

"Saya tidak ingin lagi mendapat informasi, masyarakat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. Silakan kepada desa mengajukan permohonan bantuan ambulans," kata Tatu di sela-sela pelantian Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi, Setda Pemkab Serang, Jumat (3/8/2018).

Selain itu, Tatu juga akan memberikan kendaraan dinas untuk 329 Desa. Jenis kendaraan roda dua yang akan disesuaikan dengan karakteristik desa. "Tidak mungkin jika motor bebek kita berikan ke desa di daerah pegunungan. Jadi saat pengajuan pihak desa juga menjelaskan kondisi wilayahnya,” kata Tatu disambut tepuk tangan dari seluruh perangkat Desa.

Tatu juga menurunkan bantuan perbaikan infrastruktur jalan desa. Tahun ini ada 80 jalan desa yang dibantu Pemkab Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kemudian ada 400 kilometer jalan desa yang akan ditingkatkan menjadi jalan kabupaten. "Fokus prioritas 601,3 kilometer jalan kabupaten kita akan beton. Selanjutnya jalan desa kami bantu," ujar Tatu. 

Hadir pada kesempatan itu, anggota Komisi II DPR RI Yandri Susanto, Ketua DPRD Kabupaten Serang Muhsinin, Ketua PPDI Mujito, dewan penasehat PPDI Muhammad Hatta,  Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Nuraeni,  Ketua Umum PPDI Kabupaten Serang Wahyu Widadi, dan ratusan Perangkat Desa di Kabupaten Serang.

Bukan hanya itu, ada juga bantuan perbaikan kantor desa. "Kepala Desa tinggal mengajukan surat tanah milik desa maka akan kita bangun dan perbaiki kantor desa. Terkait operasional ambulans yang ditanggung pihak desa. APBD tidak akan cukup untuk mengurus operasional ambulans untuk desa,” imbuhnya.

Tatu meminta kepala desa untuk tidak sembarangan menggantu perangkat desa. "Perangkat desa sudah dilatih. Pemkab rugi jika perangkat desa harus dilatih lagi. Jika perangkat desa sudah pintar, akan menguntungkan pemimpinnya. Pak kades akan lebih nyaman bekerja," ujarnya. 

Menurutnya, ada Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2015 yang di dalamnya ada prosedur pergantian perangkat desa. "Bukan membatasi kewenangan kepala desa, tapi untuk mengatur kelancaran pemerintahan di desa," ujarnya.

Terkait terbentuknya PPDI di Kabupaten Serang, Tatu yakin bisa menjadi wadah komunikasi perangkat Desa dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Tugas Pemkab  tidak mudah, dengan adanya forum yang disediakan untuk komunikasi bisa menjadi lebih terbantu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPDI Kabupaten Serang Wahyu Widadi menuturkan, pihaknya memiliki dua komitmen. Pertama, fokus pada status kejelasan pegawai Desa. Karena, dalam aturan kemendagri disebutkan bahwa perangkat Desa bisa bekerja sampai usia 60 tahun. "Itu yang akan kita kawal perjuangan kita di PPDI Kabupaten Serang," ujarnya.

Masih kata Wahyu, pihaknya juga akan mengawal kesejahteraan perangkat Desa agar penghasilan tetap aparatur Desa bisa naik. " kita perjuangkan status kepegawaian aparatur Desa," tuturnya.

Dia menambahkan, pada 2019 mendatang pilkades serentak terdapat 180 Desa dan berharap tidak ada pemecatan secara sepihak terhadap perangkat desa. "Dengan adanya forum mudah mudahan tidak adalagi perangkat desa dipecat oleh kades terpilih di 2019," ucapnya.

Kata Wahyu, sejauh ini di Kabupaten Serang masih sejahtera. Sebab, terdapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Serang. "Alhamdulillah kita bisa menikmati setiap bulan," pungkasnya. (den/red).

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS