Hari Demokrasi Internasional, Bawaslu Pandeglang Harapkan Demokrasi Sejuk

Hari Demokrasi Internasional, Bawaslu Pandeglang Harapkan Demokrasi Sejuk (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: Karsono Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Pada Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Pandeglang)

Pandeglang, BantenPlus.co.id - Mungkin tak banyak yang tahu jika Sabtu besok, 15 September 2018, dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional, tentu hal ini disambut positif oleh semua kalangan termasuk salah satu di antaranya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang,  yang berharap pada pelaksanaan pesta demokrasi yang akan di laksanakan 2019 mendatang, dapat terlaksana pesta demokrasi yang sejuk, aman dan lancar.

Indonesia sebagai negara penganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia patut berbangga dan bersyukur pada peringatan ini. Indonesia memiliki sejarah demokrasi yang cukup panjang dan saat ini terus meningkatkan dan memelihara nilai-nilai serta praktek demokrasi yang sudah dijalankan.

Pada momentum Hari Demokrasi Internasional ini, Badan Pengawas Pemilu selaku Badan di Indonesia yang konsentrasinya pada pengawasan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) mengingatkan kepada segenap masyarakat agar tidak menjadikan pesta demokrasi , sebagai perayaan belaka, akan tetapi peringatan hari demokrasi ini juga dapat di jadikan sebagai momentum penguatan bahwa rakyat sebagai kekuatan negara, dimana rakyat dapat menentukan masa depan suatu negara.

“Momen ini bukanlah sebuah peringatan belaka, akan tetapi peringatan hari demokrasi ini juga dapat di jadikan sebagai momentum untuk menunjukan kembali bahwa rakyat sebagai kekuatan negara, dimana rakyat dapat menentukan masa depan suatu negara," Ungkap Karsono Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga pada Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Pandeglang, saat di temui di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Jum'at (14/9/18).

Lanjut Karsono, peringatan hari demokrasi nasional menurutnya adalah momentum untuk mengembalikan kedaulatan rakyat, bahwa kedaulatan tertinggi adalah rakyat. Salah satunya melalui pemilu dimana rakyat dapat menyalurkan hak konstitusinya untuk memilih para pemimpin dan para wakilnya untuk 5 tahun kedepan, tentunya rakyat harus lebih cerdas dan lebih pintar dalam memilih.

" Ini merupakan momentum untuk mengembalikan kedaulatan rakyat, bahwa kedaulatan tertinggi adalah rakyat. Salah satunya melalui pemilu dimana rakyat dapat menyalurkan hak konstitusinya untuk memilih para pemimpin dan para wakilnya untuk 5 tahun kedepan, tentunya rakyat harus lebih cerdas dan lebih pintar dalam memilih"terangnya.

Ditanya soal demokrasi di era digital dirinya mengatakan, untuk perayaan demokrasi yang akan di laksanakan 2019 mendatang momentumnya yaitu Pileg dan Pilpres, tidak bisa kita pungkiri era sekarang lebih masuk pada era digital dimana peran media sosial menjadi luar biasa.

" momentumnya yaitu Pileg dan Pilpres, tidak bisa kita pungkiri era sekarang lebih masuk pada era digital dimana peran media sosial menjadi luar biasa. Jika digunakan sebagai alat kontrol sosial ia tidak jadi masalah, tinggal kemudian masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial,"tegasnya.

" Di era demokrasi digital ini harapannya masyarakat dapat menjaga kondusifitas daerah jelang pesta demokrasi 2019 mendatang,"harapnya.

(Aldo)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS