Perhutani Akan Buka Rute Baru Menuju Gunung Pulosari

Perhutani Akan Buka Rute Baru Menuju Gunung Pulosari (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: Perhutani Akan Buka Rute Baru Menuju Gunung Pulosari)

PANDEGLANG, - Perhutani Kabupaten Pandeglang akan membuka jalur baru untuk wisata ke Puncak Gunung Pulosari, hal itu dikarnakan jalur yang melewati Desa Cilentung Kecamatan Pulosari ditutup sementara dan masih menunggu hasil kajian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) terkait adanya keretekan dan potensi longsor pada jalur tersebut.

Agus Suhendar Asisten Perhutani (Asper) Kabuapten Pandeglang mengatakan, lokasi pembukaan jalur baru tersebut berada di Desa Cihunjuran Kecamatan Mandalawang. menyrutnya, pemilihan rute tersebut dikarenakan kawasan tersebut tidak terdapat potensi longsor atau bencana alam, selain itu juga kawasan tersebut akan dijadikan salah satu objek pariwisata baru.

“Saat ini, sedang proses kajian dan analisis perhutani terkait pembukaan jalur pendakian baru yang bekerjasama dengan Balaputra dan Wanadri, karena dikawasan Cihunjuran tersebut tidak terdapat potensi longsor atau bencana alam, selain itu, di kawasan tersebut juga masih banyak potensi pariwisatanyayang belum tergali, sehingga masyarakat mendorong kami agar menjadikan kawasan tersebut sebagai alternatif jalur pendakian,” ujarnya kemarin.

Agus menuturkan, di bukanya jalur baru tersebut karna pihaknya ingin meningkatkan nilai ekonomi masyarakat setempat, rencananya pada pembukaan nanti, akan melibatkan beberapa pihak, mulai dari Polisi Hutan (Polhut) hingga penggiat cagar budaya dan pariwisata.

“Gunung Pulosari kan luasnya sekitar 1.700 KM , keretakan hanya terdapat di kawasan Curug Putri dan Kawah, itu pun luas wilayahnya hanya sekitar 3 KM, berbicara penutupan jalur dan keamanan pendaki jadi kami rasa untuk jalur pendakian di kawasan Cihunjuran, masih aman, hanya saja kita akan melakukan kordinasi lanjutan dengan pihak BPBD terkait potensi bencananya,” tuturnya.

Sementara itu, Bahuri Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Pandeglang mengatakan, sebelum membuka jalur tersebut pihaknya akan melakukan musyawarah terlebih dahulu. Karena sejauh ini pihaknya masih menghimbau penutupan jalur pendakian, hal itu dikarenakan potensi bencana dan longsor bisa saja terjadi sehingga harus menunggu hasil kajian dari PVMBG terlebih dahulu untuk membuka jalur pendakian.

“Untuk di Kawasan Desa Cilentung kami sudah melakukan himbauan penutupan , akan tetapi jalur lain juga akan kami pasang himbauan penutupan, karena belum ada hasil kajian dan keputusan dari pihak PVMBG, kalau dilihat dari potensi bencananya, di manapun pasti berpotensi, adapun pihak perhutani akan membuka, nanti kita harus diadakan musyawarah lanjutan untuk membahas penutupan dan pembukaan jalur pendakian,” jelasnya. (AM/red).

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS