Wabup Tanto : Penyerapan Anggaran Harus Maksimal

Wabup Tanto : Penyerapan Anggaran Harus Maksimal (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD))

Pandeglang, BantenPlus.co.id - Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang Tanto Warsono Arban memimpin jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (08/10/18).

Dalam kesempatan tersebut,  Wakil Bupati mengintruksikan agar penyerapan anggaran ditiap OPD maksimal,  khususnya dalam pengadaan barang dan jasa,  dikarnakan saat ini sudah masuk semester akhir anggaran tahun 2018. Pihaknya berharap pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan maksimal khususnya untuk kontruksi.

"Ini masuk semester akhir anggaran tahun anggaran 2018. Saya harap pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan maksimal khususnya untuk kontruksi," kata Wabup saat Rakor di Oproom Setda. 

Tanto meyakini,  di tiga tahun berjalan kepemimpinan Bupati Irna dan dirinya pelaksanaan pemerintahan semakin membaik,  walaupun masih ada yang perlu dibenahi, "Ini tentu  bukan kita yang nilai, namun oleh masyarakat dan dari penghargaan yang kita terima. Namun kita jangan hanya berbangga diri, ini bagian dari proses untuk lari dari predikat daerah tertinggal sehingga Pandeglang dapat bersaing dengan daerah lain, "jelasnya panjang lebar.

Masih kata Tanto, dengan tegas dirinya mengintruksikan kepada tiap OPD yang mengelola mengelola program Bantuan Keuangan (Bankeu), penyerapannya harus maksimal karena akan berdampak pada Bankeu tahun berikutnya, " Jika ada kendala sampaikan kepada kami apa yang menjadi kendala,  nanti kita akan cari solusinya. Karena apabila Bankeu tidak terserap, tahun yang akan datang tentu akan ada pengurangan," tandasnya. 

Sementara Assisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Indah Dinarsiani mengatakan, pengadaan barang dan jasa  jumlah yang dilelangkan sebanyak 237 peket. Dari jumlah tersebut, kata Indah, 222 telah selesai, "Saat ini yang tersisa 1 penunjukan langsung,  1 sedang tayang,  9 gagal lelalang, dan yang sedang dikaji oleh pokja ada 4. Untuk Bankeu 59 peket,  56 selesai,  tinggal sisa 3,  1 sedang proses tender dan 2 sisanya akan tender ulang," jelasnya.


(Aldo)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS